Renungan Ibadah Minggu 9 Februari 2025

“Membawa Keluarga Menyembah Kepada Tuhan”

Yosua 24:14-24

24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” 24:16 Lalu bangsa itu menjawab: “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain! 24:17 Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui, 24:18 TUHAN menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kamipun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita.” 24:19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: “Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu. 24:20 Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu.” 24:21 Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: “Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah.” 24:22 Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya.” Jawab mereka: “Kamilah saksi!” 24:23 Ia berkata: “Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel.” 24:24 Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: “Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan.”

Yosua 24:14-24 berisi pesan yang disampaikan oleh Yosua kepada bangsa Israel di kota Sikhem, menjelang akhir masa kepemimpinan Yosua. Dalam bagian ini, Yosua mengingatkan bangsa Israel untuk memilih siapa yang akan mereka sembah, apakah Tuhan yang telah membawa mereka keluar dari Mesir, ataukah dewa-dewa yang mereka sembah sebelumnya. Yosua, dalam penutupan pembicaraannya, menegaskan komitmennya untuk melayani Tuhan bersama keluarganya dan mengajak bangsa Israel untuk melakukan hal yang sama.

Hal-hal penting disampaikan Yosua:

  1. Pentingnya Keputusan untuk Beribadah kepada Tuhan (ayat 14-15): Yosua menantang bangsa Israel untuk membuat pilihan yang jelas mengenai siapa yang akan mereka sembah. Pilihan ini bukanlah pilihan yang bisa ditunda, melainkan keputusan yang harus diambil dengan kesungguhan hati. Kita juga dihadapkan pada keputusan yang sama setiap hari: apakah kita akan menyembah dan mengutamakan Tuhan dalam hidup kita, ataukah kita akan tergoda dengan “dewa-dewa” lain seperti harta, status, atau kenyamanan hidup? Keputusan kita untuk mengutamakan Tuhan harus nyata dan tegas.
  2. Tuhan sebagai Allah yang Cemburu (ayat 19-20): Yosua mengingatkan bangsa Israel bahwa Tuhan adalah Allah yang cemburu. Ia tidak rela jika umat-Nya membagi hati mereka dengan dewa-dewa lain. Tuhan menginginkan hati yang sepenuh hati untuk-Nya. Dalam hidup kita, seringkali kita tergoda untuk membagi perhatian kita antara Tuhan dan hal-hal duniawi. Tuhan menginginkan komitmen penuh dari kita. Tidak ada tempat untuk berkompromi dalam hal iman dan penyembahan kita kepada-Nya.
  3. Kekuatan dalam Memilih untuk Beribadah kepada Tuhan (ayat 21-24): Meskipun Yosua memberi peringatan bahwa bangsa Israel tidak akan sanggup beribadah kepada Tuhan dengan sempurna, mereka tetap menunjukkan komitmen untuk mengikuti Tuhan. Mereka memilih untuk beribadah kepada-Nya dan mendengarkan suara-Nya. Meskipun kita sering gagal dan tidak sempurna dalam perjalanan iman kita, yang penting adalah niat kita untuk tetap memilih Tuhan, untuk beribadah kepada-Nya, dan untuk terus mendengarkan suara-Nya. Tuhan menghargai komitmen dan kerendahan hati kita untuk berusaha berjalan bersama-Nya.
  4. Membuat Pilihan yang Tegas dalam Hidup (ayat 22-24): Yosua menegaskan bahwa mereka telah menjadi saksi atas keputusan mereka. Pilihan untuk beribadah kepada Tuhan harus jelas dan tidak ragu. Yosua dan keluarganya hanya TUHAN yang mereka sembah bukan roh nenek moyang atau yang lain. Mereka setia, berkomitmen hanya ada satu Tuhan. Kita juga tidak boleh ragu atau bimbang dalam keputusan kita untuk mengikuti Tuhan. Keputusan kita harus mencerminkan komitmen yang nyata, yang terlihat dalam tindakan kita sehari-hari. Mengikut Yesus keputusan kita bersama Keluarga kita menyembah TUHAN yang layak disembah dan dipuji.

Pada saat ini, Firman Tuhan mengajak kita untuk membuat pilihan yang jelas dan tegas untuk beribadah kepada Tuhan. Tuhan tidak hanya menginginkan kesetiaan kita, tetapi juga kesungguhan hati dalam penyembahan kepada-Nya. Meskipun kita tidak sempurna, Tuhan tetap menghargai komitmen dan niat kita untuk mengikuti-Nya. Mari kita berkomitmen untuk menyembah Tuhan dengan sepenuh hati, memilih Dia lebih dari segalanya dalam hidup kita. (RSL)

 

Warta Jemaat dapat didownload di sini